Kaca Sanesipun

Senin, 04 Januari 2016

Jangan Lupa Menjangan

Ke Bali? Kemana aja sih? Kuta? Halah biasa!!!
Danau Bedugul??? Halaaahhh biasa juga!!
Shopping Shopping di Legian??? Halah biasa juga sih!!
Terus kemana??

Ada salah satu surga snorkelling yang cukup dilupakan ketika berkunjung ke Bali. Biasanya sih, untuk snorkelling dan diving, tempat di Bali yang cukup terkenal hanya ada 2, yaitu Nusa Penida dan Benoa. Ada spot baru di daerah Bali Timur, tapi belum sebaik dan seindah di Nusa Penida. Nah, apa sih yang dipikirkan dengan Bali Barat (Negara, Jembrana)? Pelabuhan Gilimanuk? Rumah Makan Bidadari? Ayam Betutu? Hanya itu saja? Yakiiiinnn???

 Pulau Menjangan dari sisi Barat

Perjalanan laut dari Pelabuhan Banyuwedang

Yap, di Bali Barat ada Taman Nasional Bali Barat, atau sering disingkat menjadi TNBB. TNBB ini sebelumnya lebih terkenal sebagai pusat penangkaran satwa khas Bali: Jalak Bali. Siapa yang tahu kalau di dalam area TNBB ini ada surga snorkelling? Ya, dialah Pulau Menjangan. Pulau Menjangan ini termasuk dalam area TNBB. Pulau Menjangan lebih terkenal dengan keberadaan Pura-nya yang sering digunakan beribadah Umat Hindu.
Menikmati perjalanan penyeberangan dari Watudodol, Banyuwangi

Yaaa kalau yang pernah searching sih pasti taunya Menjangan itu identik dengan dermaga-dermaga yang indah, pasir yang putih, Ternyata oh ternyata, lautan di sekitar Menjangan menyimpan panorama laut yang luar biasa indah, baik sekedar untuk snorkelling atau diving. Ceritanya, dulu daerah Pulau Menjangan menjadi area eksploitasi ikan besar-besaran, terutama ikan hias dan terumbu karang. Cara menangkap ikannya pun sadis, yaitu dengan di bom. Sehingga lingkungan sekitar menjadi rusak. Berkat peran serta masyarakat peduli lingkungan dan pemerintah, nelayan setempat disadarkan tentang perlunya menjaga ekosistem laut. Hingga akhirnya kawasan Pulau Menjangan menjadi area konservasi ikan yang sangat indah. Bahkan ikannya pun sangat banyak, terumbu karangnya juga lumayan bagus.

 Pemandangan dari atas kapal di Pulau Menjangan

Spot Snorkelling Pos 2 Pulau Menjangan

Dalam blog ini akan dibahas mengenai cara menuju ke Menjangan dan bagaimana cara menikmati Menjangan. Selamat membaca :D

Akses Penyeberangan

Karena Menjangan adalah sebuah pulau, bukan sebuah hewan :D, maka diperlukan akses penyeberangan untuk tiba di Pulau Menjangan. Setidaknya, ada 3 spot penyeberangan yang terdekat dari Pulau Menjangan. 2 spot di Pulau Bali, dan 1 spot ada di Pulau Jawa. Spot yang di Pulau Bali yaitu dari spot Pelabuhan Lalang, atau Pelabuhan Banyuwedang. Sedangkan dari Pulau Jawa ada di daerah sekitar Pantai Watudodol.

Pelabuhan Lalang

Berada sangat dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk, lebih kurang 15 menit perjalanan dengan mobil ke arah Singaraja melalui jalan Gilimanuk-Singaraja (ke arah utara). Pelabuhan Lalang ini terletak di tepi jalan akses Gilimanuk-Singaraja dengan tulisan yang terpampang jelas. Sehingga, dari Denpasar bisa naik bis ke Gilimanuk dulu, baru nanti naik ojek, atau dari Gilimanuk bisa menggunakan bis jurusan Singaraja. Untuk menuju ke Menjangan bisa melalui Pelabuhan Lalang ini. Fasilitasnya cukup lengkap, terdapat beberapa warung makan yang siap melayani pengunjung. Jumlah perahu yang dipakai juga banyak. Menyeberang dari Pelabuhan Lalang ke Pulau Menjangan dibutuhkan waktu sekitar 30 menit (1 jam PP). Biasanya, waktu sewa kapal dibatasi dalam hitungan jam saja, dan biasanya sekitar 4-5 jam saja.  

Aspek Positif:
Akses dari jalan besar langsung, sehingga kalau naik kendaraan umum bisa langsung turun di depan area Pelabuhan Lalang secara langsung. Bagian information center juga ramah. Jumlah armada perahu banyak. Tempat bilas bagus dan bersih

Aspek Negatif:
Dari 2 penyeberangan dari Bali ke Menjangan, Pelabuhan Lalang ini memasang harga yang lumayan tinggi dan kalau ditawar turunnya hanya sedikit. Waktu penulis berkunjung kesana dan terlibat tawar-menawar, untuk rombongan 8 orang, total keseluruhan per orang harus membayar Rp 320.000,00 sudah all in (kapan 5 jam, 3 spot snorkelling di Menjangan, Guide, snorkelling set, Fin, life jacket). Tawar menawar tipis hanya jadi Rp 290.000,00 per orang. Selain itu, jarang ada penginapan di Lalang ini, penginapan terdekat ada di Gilimanuk.

Pelabuhan Banyuwedang

Berada di daerah Bali Barat juga, namun lebih ke utara jika dibandingkan Pelabuhan Lalang, lebih kurang 30 menit perjalanan menggunakan mobil dari Gilimanuk. Atau sekitar 2 jam perjalanan dari Singaraja. Lokasinya lebih masuk ke dalam, sehingga dari jalan utama Gilimanuk-Singaraja harus menggunakan ojek. Lokasinya berada di belakang hotel-hotel yang ada di Banyuwedang. Sekedar informasi, di Banyuwedang ini terdapat banyak hotel yang menyediakan fasilitas air panas karena memang Banyuwedang ini memiliki sumber air panas. Selain itu, Banyuwedang terdapat di sebuah teluk dan dikelilingi dengan tanaman bakau pantai. Sehingga ombak dan anginnya tidak terlalu ganas. Sistemnya sama dengan di Lalang, yaitu menghubungi information center di samping warung makan, kemudian hitung-hitungan biaya dengan guide langsung. Biasanya biayanya terpisah-pisah, sama dengan Lalang: biaya sewa kapal per 5 jam, guide + sewa kamera underwater (tidak wajib), sewa snorkelling set + life jacket + fin, tiket masuk TNBB, dan ijin masuk area konservasi. Untuk penyeberangan melalui Lalang dan Banyuwedang, semuanya dikenakan biaya ijin masuk area konservasi yang tidak murah (mungkin sekitar Rp 100-150 ribu per rombongan). Untuk lama menikmati snorkellingnya sama dengan dari Lalang, 5 jam dan 3 spot snorkelling tergantung cuaca dan arus ombak.

Aspek positif:
Ada satu warung makan yang cukup representatif. Guide ramah, asyik, dan berpengalaman, bisa nego untuk biaya guide dan sewa kamera underwater. Tempat bilas representatif disertai dengan air panas langsung dari sumber. Alat-alat snorkelling juga dalam kondisi cukup baik. Tempat yang dikunjungi tidak cuma pelabuhan Banyuwedang, tapi di sekitarnya ada penangkaran rusa dan sumber air panas yang bisa digunakan untuk mandi. Untuk ukuran penyeberangan dari Bali, Banyuwedang yang paling murah karena per orang jatuhnya Rp 250.000,00 untuk rombongan 8 orang sudah termasuk sewa kamera underwater dengan kualitas foto yang wow! Guidenya juga ramah dan kru kapalnya juga enak.

Aspek negatif:
Tempat bilasnya sangat terbuka karena hanya berupa pancuran, sedangkan tempat gantinya seperti kurang terawat, tidak ada lampu, dan baunya pesing. Biaya makan di warung cukup mahal, karena memang konsumennya rata-rata Bule. Warung juga cuma ada 1 saja di area tersebut. 

Penyeberangan Watudodol

Watudodol ini terletak di Pulau Jawa, tepatnya di sebuah kabupaten yang mendapatkan julukan 'Sunrise of Java', yaitu Kabupaten Banyuwangi. Sangat dekat dari Pelabuhan Ketapang, sekitar 20 menit perjalanan dengan mobil. Dan hanya 30 menit dari Taman Nasional Baluran. Lokasinya berada persis di tepi jalur utama Surabaya-Situbondo-Banyuwangi. Sehingga, akses dengan kendaraan umum sudah pasti gampang. Dari Surabaya tinggal naik bis jurusan Ketapang dan minta turun di Watudodol. Dari Banyuwangi juga bisa ikut bis jurusan Surabaya via Situbondo atau dengan bis jurusan Muncar-Situbondo dan minta turun di Watudodol. Beda dengan Lalang dan Banyuwedang, penyeberangan melalui Watudodol ini disebut sebagai 'ilegal' oleh orang-orang dari Banyuwedang dan Lalang. Entah kenapa, tapi yang penulis tangkap demikian. Mungkin karena tidak dikelola oleh TNBB atau bagaimana, tetapi semuanya tetap harus membayar tiket masuk ke TNBB di Pulau Menjangan. Ada yang berbeda jika dibandingkan dengan penyeberangan di Lalang dan Banyuwedang. Watudodol adalah tempat terdekat dari sisi Jawa jika ingin mengunjungi Menjangan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan bisa jauh lebih murah dan mendapatkan jatah makan siang 1 kali. Selain tidak perlu mengeluarkan biaya Ferry Ketapang-Gilimanuk PP jika dari Jawa, biaya sewa kapal dan perlengkapan pun juga lebih murah. Berikut rincian biaya masuk dari Watudodol per Desember 2015:
Biaya sewa kapal Menjangan 3 spot + Pulau Tabuhan = Rp 1.000.000,00 + Rp 200.000,00
Biaya sewa snorkelling set + Fin = Rp 25.000,00
Biaya masuk TNBB = Rp 25.000,00
Sewa Guide + kamera underwater (BPro) = Rp 200.000,00
Total per orang hanya kena Rp 220.000,00 sudah termasuk makan siang (lauk tahu, mie, oseng tempe pete, ayam sambal), snorkelling 3 spot (Pura Menjangan, pos 2, pos 3), Pulau Tabuhan, dan penangkaran Hiu Bangsring. 
Selain itu, pengelola juga menawarkan paket Rp 250.000,00 untuk rombongan 10 orang dengan fasilitas sama dengan diatas, tetapi tambah makan 1 kali bakar-bakar ikan di Menjangan.

Aspek Positif:
Pintu terdekat dari Jawa. Biaya juga lebih murah, tidak perlu bayar penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Akses sangat mudah di tepi Jalan Surabaya-Bali. Dapat makan siang. Total waktu snorkelling di spot bebas, sewa perahu tidak dibatasi jam (waktu itu penulis berangkat dari Watudodol jam 08.30 dan tiba kembali di Watudodol jam 15.30). Bisa mampir ke penangkaran Jalak Bali yang hanya terletak di seberang Watudodol. Guide dan kru kapal juga sangat ramah dan profesional.

Aspek Negatif:
Perjalanan dengan perahu ke Menjangan lebih jauh, sekitar 45 menit. Tempat bilas kurang memadai, jadi harus mencari pom bensin supaya bisa mandi-mandi dan bilas-bilas. 

Apa yang dilakukan di Menjangan?

Apa saja sih yang bisa dilakukan di Menjangan? Selain snorkelling dan diving, ada aktivitas lain yaitu beach walking dan mengunjungi Pura Menjangan. Weits, nanti dulu, karena Pura adalah tempat ibadah dimana setiap pengunjungnya harus berpakaian sopan, maka mintalah terlebih dahulu kepada kru kapal dan guide untuk mengunjungi Pura terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas snorkelling. Sebagai informasi, Pura ini dapat dikunjungi ketika tidak sedang dalam masa peribadatan umat Hindu karena jika saat masa peribadatan, biasanya Pura sangat ramai. Ingat, berlakulah sopan saat berkunjung ke Pura. Berpakaian yang layak dan jaga omongan.



Pemandangan di Spot Snorkelling Pos 3

Selain mengunjungi Pura, bisa juga mengunjungi beberapa pantai pasir putih yang ada di beberapa sisi Pulau Menjangan. Sekedar foto-foto di dermaga yang selfieable juga menjadi aktivitas yang sangat menarik. 



Pemandangan di Spot Snorkelling Pos 2

Untuk snorkelling, spot paling menarik adalah pos 2. Terumbu karangnya bisa dikatakan yang terbaik dari semua spot yang ada di Pulau Menjangan. Selain itu, jumlah ikannya sangat banyak dan berbagai macam. Selain melihat terumbu karang, juga ada sebuah tebing yang curam, namun ditumbuhi banyak terumbu karang yang sangat indah dan beberapa jenis ikan yang sangat indah. Pokoknya bagus wes, lebih oke daripada Karimun Jawa. 


 Pemandangan di spot snorkelling Pos Retribusi TNBB (Ikan Hias)

Sampah laut di sekitar pos retribusi TNBB, banyak ubur-ubur

Selain snorkelling, pengunjung juga bisa Diving. Hanya saja untuk Diving akan dikenakan biaya yang berbeda. Kalau tidak salah,untuk diving dikenakan biaya Rp 850.000,00 per orang untuk 3 spot dan oksigen untuk 3 jam. Baik dari Lalang, Banyuwedang, maupun Watudodol semuanya sama biayanya. Menyelam di kedalaman sepertinya sangat menarik, apalagi Pulau Menjangan ini dikelilingi oleh palung-palung yang lumayan dalam dimana dindingnya ditumbuhi oleh terumbu karang. Makin dalam, terumbu karang yang ada makin menarik.

Bagaimana? Menarik bukan Pulau Menjangan? Sangat mudah juga tentunya untuk berkunjung ke Pulau Menjangan, aksesnya sangat mudah dan jelas. Tapi, sebaiknya datanglah kesana secara berombongan, karena jika datang hanya sendirian atau berdua, tentu akan menghabiskan sangat banyak biaya. Untuk menunggu joinan orang pun juga kemungkinannya sangat kecil karena jika tidak terlalu ramai, biasanya jumlah pengunjung tidak terlalu banyak. Atau jika ingin berkunjung kesana tapi personel terbatas, ada cukup banyak opentrip yang ditawarkan dan diberangkatkan dari Jember, Malang, atau Surabaya dengan tarif beragam antara Rp 450.000-650.000,00 (biasanya sepaket dengan Menjangan, Tabuhan, Bangsring, Kawah Ijen, Baluran).

Selamat berjalan-jalan!

Disclaimer! Foto-foto underwater adalah karya sendiri yang diambil dengan ASUS Zenfone 5 yang dibalut dengan chasing underwater DiCAPac. No tipu-tipu, tanpa edit. Pemandangan aslinya lebih bagus daripada di foto, sumfah!

4 komentar:

  1. Assalamualaikum Masbro,

    Informasinya keren, bisa ngegambarin cara masuk ke menjangan via beberapa rute.
    Boleh info kontak sewa kapal di 3 rute itu ? thx ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesusahan dengan menanggun 9 anak,kami berprofesi penjual ikan di pasar hutang saya menunpuk di mana-mana sempat terpikir untuk jadikan anak bekerja tki karna keadaan begitu mendesak tapi salah satu anak saya melihat adanya program pesugihan dana gaib tanpa tumbal kami lansung kuatkan niat,Awalnya suami saya meragukan program ini dan melarang untuk mencobanya tapi dari yg saya lihat program ini bergransi hukum,Saya pun tetap menjelaskan suami sampai dia ikut yakin dan alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan bantuan aki melalui dana gaib tanpa tumbal,Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan silahkan hubungi
      Ki Witjaksono di:O852-2223-1459
      supaya lebih jelas Kunjungi blog
      klik-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. Kalau ada boleh bantu email ya
    aris.adhipermana@yahoo.com

    Makasih ya Masbro

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di ��PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL��

    BalasHapus