Kaca Sanesipun

Jumat, 14 Februari 2014

Tips Memasak Selama Camping atau Long Trip

Ketika camping atau melakukan long trip, hal yang tidak boleh dilupakan adalah mengenai konsumsi selama proses tersebut berlangsung. Sebenarnya, secara umum pilihannya ada dua: memasak sendiri atau membeli makanan di sekitar lokasi. Jika pilihan jatuh pada masak sendiri, maka ada konsekuensi bawaan menjadi lebih berat dan rumit: kompor gas/kompor parafin, gas/parafin, bahan makanan, panci/nesting/trangia/mini trangia, sendok, dan perlengkapan lainnya. Jika memilih untuk beli makanan, tentu konsekuensinya akan mengeluarkan dana lebih untuk membeli makanan. Meskipun pada beberapa daerah, biaya yang dikeluarkan untuk membeli makanan di lokasi dengan masak sendiri jatuhnya hampir sama namun tingkat kerepotan yang lebih tinggi jika memilih masak sendiri. Maka dari itu, survey lengkap mengenai daerah yang akan dikunjungi, terutama tentang biaya hidup dan biaya akomodasi mutlak diperlukan sehingga beban yang akan dibawa juga dapat diminimalisir. Seandainya biaya makan di lokasi tujuan Anda lebih murah dan tidak repot daripada harus masak sendiri dan membawa bahan-alatnya sendiri, mengapa mau masak sendiri?
Memsasak ketika camping maupun ketika longtrip tentu membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Pada tulisan ini akan ada beberapa tips yang boleh untuk dicoba bagi teman-teman semua.

Apa saja yang harus dipersiapkan?

Prinsip bepergian dengan cara backpacker adalah membawa barang bawaan seminimal mungkin dengan wadah/tas yang juga seminimal mungkin, senyaman mungkin, semudah mungkin untuk bongkar-pasang, dan biaya yang minimal. Untuk memasak, Anda harus memiliki setidaknya kompor, wadah untuk memasak, bahan makanan, dan sumber energi. Kompor terbagi menjadi 3 macam, yaitu kompor gas, kompor parafin, dan kompor spiritus. Kompor gas sendiri masih terbagi menjadi 2 jenis yaitu kompor gas yang baik (biasanya ukurannya cukup besar dan ada tempat penyimpanan gas sendiri) dan kompor gas outdoor yang biasanya berukuran lebih kecil, ringkas, dan beberapa ada yang berbentuk mawar. Masing-masing kompor memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Dari segi hemat tempat, paling hemat tempat adalah kompor parafin karena untuk kompornya dan bahan bakarnya hanya akan menghabiskan paling banyak ruangan sebesar 1 box makan. Kelemahan kompor parafin ini adalah adanya residu hasil pembakaran parafin yang menyulitkan ketika membersihkan wadah untuk memasak.  Tidak semua toko menjual parafin, sehingga bahan bakar parafin ini cukup sulit didapat meskipun parafin dapat diganti dengan lilin, tapi itu akan lebih menyulitkan Anda dalam membersihkan bokong panci. Kompor gas dianggap cukup menguntungkan karena selain efisien, juga bahan bakarnya relatif mudah didapat. Semua toko menyediakan tabung gas kecil. Selain itu, api yang dihasilkan berwarna biru sehingga efisien. 1 tabung gas dapat digunakan untuk memasak selama 2 hari atau lebih untuk 4 orang. Kelemahannya adalah ruang yang digunakan cukup besar untuk menyimpan tabung gas dan kompor gas ini. Apalagi jika Anda pergi lebih dari 3 hari. Untuk 17 orang di gunung, sebenarnya cukup dengan 2 tabung gas saja, asal pembuatan makanannya dapat diringkas. Selain itu, gas tidak bisa masuk kabin pesawat jika Anda bepergian dengan pesawat. Sehingga semua barang harus masuk bagasi dan sudah tentu perlindungan barang secara khusus (ya kita tahu lah kalau di bagasi sering tas dibongkar dan ada barang hilang). Terakhir, kompor spiritus. Saya menyebut kompor spiritus ini paling tidak efisien: perlu bahan bakar spiritus yang lumayan banyak karena sifat spiritus yang mudah menguap. Meskipun secara ruang yang dibutuhkan, kompor spiritus ini tidak membutuhkan ruang yang banyak. Kita juga membawa cairan mudah terbakar di dalam tas, dan ini cukup berbahaya jika bocor. Selain itu, pernah pada beberapa kesempatan memasak dengan kompor spiritus, masakan jadi sedikit berbau spiritus.
Wadah untuk memasak untuk outdoor biasanya digunakan nesting, trangia, atau mini trangia. Ketiganya secara fungsi hampir sama: sebagai ‘panci’ outdoor. Perbedaannya hanya harganya. Trangia dan mini Trangia memiliki harga yang 5-10 kali lipat daripada nesting. Trangia dan Mini Trangia juga memiliki bahan bakar khas tersendiri. Sedangkan memasak dengan nesting, Anda perlu membawa kompor sendiri. Bedanya lagi, Trangia dan Mini Trangia sudah menggunakan anti lengket, sementara nesting hanya merupakan sebuah alumunium aloy yang berbentuk segi empat atau oval. Harga nesting sendiri cukup murah, Rp 90.000,00-115.000,00 dan dapat diperoleh di toko-toko pramuka atau toko perlengkapan TNI. Sementara Trangia harganya mencapai Rp 1,25 juta dan Mini Trangia berkisar Rp 485.000,00. Semuanya ringkas dan ringan, sehingga tidak terlalu makan tempat di tas Anda.

Bahan makanan apa saja yang perlu dibawa?

Kegiatan outdoor tidak sama dengan kegiatan di rumah, jadi bawa bahan makanan yang sesuai saja. Jika memang tidak diperlukan, tidak perlu membawa daging mentah 12 kg, buah-buahan yang super mahal, beras organik yang sangat enak dan mahal, es krim Baskin Robins, dlsb. Yang diperlukan sebenarnya bahan-bahan yang awet, tidak mudah busuk, packingnya mudah dan tidak rewel ketika tas jatuh/terbanting, rasanya tidak bikin bosen.
Untuk beras, cukup membawa beras dengan harga yang sedang saja. Karena toh nantinya beras harga berapapun jika di outdoor, rasanya juga akan sama: nasi setengah matang. Untuk lauk pauk, tidak perlu membawa barang yang mudah busuk: sayur, daging, yoghurt, dlsb. Cukup membawa kornet sachetan agar bisa dipakai berkali-kali (kornet kalengan kadang beresiko tumpah jika digunakan berkali-kali), ikan asin (disarankan teri jambal karena tekstur daging yang tebal dan rasa asin yang mirasa), telur, nugget, sosis, abon, makanan kering (seperti kering tempe, oseng teri kering, dan kering kentang), atau Anda bisa membawa wader goreng kering, udang kering, dan sejenisnya. Untuk telur, Anda perlu menyimpan dalam beras agar telur tidak pecah. Kalau bisa membawa makanan jadi, sebaiknya membawa makanan jadi seperti kering tempe, abon, kering kentang, dan udang goreng kering. Setidaknya, Anda bisa hemat waktu karena hanya perlu waktu untuk memasak nasi saja. Bahan bakar juga dapat dihemat, meskipun mungkin jatuhnya lebih mahal di dana. Untuk makanan yang digoreng, saya sarankan membawa margarin sachetan saja. Selain lebih ringkas, lebih murah, juga lebih nikmat jika digunakan memasak.
Untuk minuman, Anda bisa membawa minuman sachet dalam berbagai jenis. Disarankan juga membawa susu kental manis coklat, terutama untuk asupan energi dalam keadaan darurat. Minuman sachet karena lebih ringkas, murah, dan juga sekarang sudah banyak minuman nikmat yang diolah dalam bentuk sachet. Jangan lupa membawa gula dan garam atau penyedap makanan (jika Anda gemar penyedap makanan) untuk memasak.

Tips memasak nasi

Bagaimana cara Anda memasak nasi di outdoor? Beras yang dicuci secukupnya dimasukkan ke panci/wadah, lalu ditambah air bersih secukupnya, lalu dimasak sampai nasi matang. Lalu nasi yang dihasilkan adalah nasi yang setengah matang, atau mungkin nasi yang terlalu basah karena kebanyakan air. Sudah saya duga. Sebenarnya ada tips yang lebih hemat air, lebih manusiawi, dengan hasil yang lebih enak meskipun ini sebenarnya bukan tips baru.
Caranya, persiapkan plastik putih (yang biasa digunakan untuk membungkus es teh) dan beras yang sudah dicuci dengan cukup. Plastik putih dilubangi dengan menggunakan jarum (atau ranting jika tidak ada pelubang yang cukup). Lubang jangan terlalu besar, tapi diusahakan rapat dari ujung plastik ke ujung plastik lainnya. Sementara melakukan proses pelubangan plastik, panaskan air dalam panci/wadah/nesting. Setelah itu, beras yang sudah dicuci secukupnya dimasukkan ke dalam plastik yang telah dilubangi. Plastik ditali dengan rapat kemudian masukkan plastik berisi beras tersebut ke dalam wadah yang berisi air pada posisi tidur (plastik memanjang) sehingga semua beras dan semua bagian plastik terendam air. Tutup wadah dengan penutup, nyalakan api dengan kekuatan sedang, dan biarkan sampai nasi di dalam plastik matang. Ciri-ciri nasinya matang adalah nasi di dalam plastik sudah empuk dan empuknya merata. Beras yang dimasukkan jangan terlalu sedikit karena akan membuat beras tersebut terbentuk jadi lontong. Jangan juga terlalu banyak karena akan membuat beras di bagian tengah tidak matang. Cara ini cukup efektif untuk membuat nasi yang enak, punel, dan tidak terlalu lembek. Diperlukan waktu maksimal 30 menit memasak nasi dengan cara ini untuk makan 4-6 orang.
Kelemahan penggunaan metode ini adalah adanya partikel plastik yang dikhawatirkan terlarut dalam nasi. Selain itu, plastik yang digunakan adalah plastik yang cukup baik menahan panas karena jika tidak plastik akan sobek ketika mengangkat nasi tersebut. Kelebihannya adalah nasi yang dihasilkan matangnya merata, waktu relatif singkat, dan air yang tersisa di dalam panci masih dapat digunakan untuk memasak nasi/diminum karena air dalam panci merupakan air tajin yang punya banyak kandungan gizi (terutama vitamin B kompleks) meskipun ya tentu ada sedikit kandungan plastiknya. Toh tidak setiap hari sepanjang hidup menggunakan metode ini, saya rasa aman-aman saja karena tubuh akan selalu punya metode tersendiri untuk mengamankan dari benda-benda asing.

Tips memasak mie instant

Biasanya memasak mie instant sesuai dengan petunjuk di wadah: air direbus di wadah, lalu mie dimasukkan ke dalam air mendidih, lalu mie ditiriskan atau diangkat dengan garpu, lalu dimasukkan ke wadah lain atau dikembalikan ke bungkusnya lalu diaduk bersama bumbunya, lalu dimakan. Anda bisa mencoba tips berikut ini: air direbus dalam wadah, sementara itu bungkus mie dibuka dan mie diremas-remas perlahan-lahan  sampai menjadi bagian kecil-kecil. Meremas dengan hati-hati jangan sampai wadahnya sobek atau bocor. Bumbu-bumbu kemudian disingkirkan dari bungkus mie. Air yang sudah mendidih dimasukkan ke dalam bungkus mie sampai merendam seluruh mie yang telah diremas tadi. Kemudian bungkus mie ditutup rapat-rapat sambil dipegang selama lebih kurang 3 menit. Setelah mie menjadi empuk, untuk mie goreng air dalam bungkus tersebut dapat dibuang pelan-pelan. Sedangkan untuk mie rebus, air tidak perlu dibuang. Kemudian bumbu dicampurkan ke dalam mie dan diaduk hingga merata. Kemudian mie dapat dimakan, lalu bungkusnya dibuang. Dengan cara ini, air yang dibutuhkan sama atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan air yang dibutuhkan untuk memasak dengan cara umum. Selain itu, wadah yang digunakan lebih hemat. Beda ceritanya jika Anda ingin memasak satu panci untuk bersama-sama. Anda bisa menggunakan cara umum jika memang memasak untuk bersama-sama.

Tips mengolah kornet

Kornet merupakan bahan yang agak-agak rewel untuk diolah. Kadang pengolahannya dicampur dengan mie. Namun, secara umum kornet biasanya digoreng. Untuk menggoreng kornet, Anda tidak bisa menggoreng kornet langsung dari kaleng. Anda memerlukan telur agar kornet bisa menyatu dan membentuk bentukan yang bagus. Menggoreng kornet langsung dari kaleng ke wajan hanya akan membuat kornet menjadi kornet orak-arik karena tidak ada telur yang melekatkan kornet. Jika Anda malas membawa telur karena resikonya terlalu besar, kornet dapat dimasak dengan cara mencampurkan kornet ke dalam nasi atau mie goreng. Meskipun demikian, ketika Anda mencampurkan kornet ke dalam nasi, Anda masih perlu tambahan penyedap rasa atau garam agar nasi tidak terlalu berbau amis dan nasi menjadi sedikit lebih berasa. Kornet tidak disarankan dimakan langsung tanpa dimasak atau hanya dimasak di dalam kaleng saja, kecuali Anda memang terbiasa memakan barang-barang mentah.


Demikian sedikit tips untuk memasak di outdoor dari seorang amatiran ini. Semoga sedikit membantu Anda. Yang terpenting adalah persiapan dan kesiapan Anda dalam memasak. Di Outdoor, tidak ada makanan yang tidak enak. Semua makanan adalah enak dan enak banget :D

5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum.. kalau saya pingin masak prekedel kentang saat camping, kentangnya sudah direbus dulu di rumah, kira2 kentang rebus tersebut tahan berapa hari ya? Apakah akan basi? Terimakasih..

    BalasHapus