Kaca Sanesipun

Selasa, 05 November 2013

Memburu Mahameru (Etape VI) : Ke Kumbolo Aku Kan Kembali iiii iiiii

Pukul 16.30 di Kalimati. Tapi belum satupun dari kami yang bangun. Saya bangun dan duduk-duduk di depan tenda sembari menunggu ada yang bangun. Pukul 17.00 semuanya baru terbangun dengan tergagap-gagap setelah tahu jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Kami segera berkemas dan segera bersiap untuk kembali ke Ranukumbolo untuk bermalam disana.

Pukul 18.00, langit sudah terlanjur gelap. Kami segera melakukan perjalanan ke Ranukumbolo setelah kami berpamitan dengan tenda kanan-kiri kami. Kali ini perjalanan Ranukumbolo-Kalimati kembali perjalanan malam. Tapi dalam kondisi yang lebih fit.

Perjalanan kami tidak lama. Tidak sampai 1 jam kami sudah tiba di Pos Jambangan. Kali ini sepi, tidak ada tenda sama sekali. Mungkin sudah banyak yang berpindah ke Kalimati. Perjalanan berlanjut. Kami tidak banyak istirahat. Apalagi sepanjang perjalanan mengobrol tentang makanan. Mulai dari rujak cingur, coto makasar, sampai makanan luar yang aneh-aneh. Sesekali kami berpapasan dengan pendaki yang akan berangkat ke Mahameru. Sesekali kami memberikan semangat kepada mereka. Kebersamaan antar-pendaki ketika mendaki sangat penting bro!

Pukul 19.45 kami sudah tiba di Cemoro Kandang. Suhunya cukup dingin kala itu. Beberapa dari kami menggigil kedinginan. Kami berhenti sejenak dan berdiskusi tentang jalur selanjutnya. Kami berencana lewat atas, tidak lewat ladang Lavender. Lewat bawah Oro-oro Ombo lebih susah mendakinya nanti. Setelah cukup lama berdebat, kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan menimpang ke kanan naik ke bukit yang ada di sebelah kanan kami. Perjalanan selanjutnya menyusuri bukit. Tracknya lebih ringan dan lebih landai daripada harus lewat Oro-oro Ombo lalu naik ke tanjakan yang curam.

Setibanya di Tanjakan Cinta yang sekarang sudah jadi turunan cinta, perlu sedikit kehati-hatian karena track yang curam dan licin. Disarankan lewat rerumputan saja. Jika memungkinkan, sebaiknya sedikit memutar. Jika ingin bergandengan, sebaiknya tidak lebih dari 4 orang untuk menjaga kestabilan agar tidak jatuh. Jangan memaksakan diri untuk berlari di tanjakan cinta. Cukup lumayan kalau jatuh berguling-guling.

Pukul 20.40 kami sudah mendarat dengan selamat di Ranukumbolo. Kami segera mencari tempat yang pas untuk mendirikan tenda: tempat yang dekat dengan api unggunnya tetangga supaya bisa numpang anget. Sementara yang lainnya memasak, saya beranjak tidur karena hawa yang cukup dingin dan posisi tidur saya yang kurang menguntungkan. Biar bisa lihat sunrise maksudnya.

Pukul 06.00 saya terbangun dan kondisi langit sudah terang benderang. Gagal sunrise (lagi) rupanya -,,-



 Memasak Nugget Dengan Nesting dan Margarin
 
 Bercengkerama di Ilalang

Menggoreng Kornet

Kegiatan selanjutnya hanya masak menghabiskan perbekalan dan santai-santai sampai pukul 09.00. Pukul 09.00, kami akan bergegas turun. Kali ini, kami benar-benar memasak beramai-ramai. Dua kompor dan  3 nesting kami fungsikan semuanya. Kali ini kami makan besar: nasi yang dimasak dengan teknik khusus yang lebih empuk, kornet goreng telur, tuna kaleng, sarden, omelet mie, dan nugget, dilengkapi minum cocoa hangat, milo panas, dan good day. Mantab sekali makan penghabisan ini! Masing-masing makan sepuasnya sebelum kembali ke kota.
Kumbolo Pagi Itu

Full Team di Ranukumbolo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar