Kaca Sanesipun

Sabtu, 09 November 2013

Secuil Bahagia dari Tepi Gili Kondo

Gili Kondo? Apa itu? Apakah Kondo disini punya arti yang sama dengan Bahasa Jawa 'kondo' yang berarti bilang?

Adalah sebuah gugusan kepulauan kecil di sebelah timur Pulau Lombok yang kemudian disebut sebagai Gili Kondo. Gili Kondo memang kalah terkenal dengan Gili-Gili yang lainnya yang terletak di Lombok Barat, seperti Gili Air, Gili Trawangan, dan Gili Meno. Image setiap orang yang pergi ke Lombok, sudah pasti Gili Trawangan. Padahal masih banyak gili-gili lainnya di Lombok Tengah maupun Lombok Timur yang menarik menggugah hati untuk dikunjungi.

Gili Kondo sendiri terletak persis di tengah-tengah Selat Alas yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Gili Kondo sendiri merupakan sebuah pulau yang tak berpenghuni, sebagian besar terdiri dari hamparan pasir putih yang lembut dikelilingi air laut yang bening dan kebiruan.

Kaki Gunung Rinjani Sisi Timur dari Pantai Penyeberangan Menuju Gili Kondo

Singkat cerita, kabarnya dahulu kala Gili Kondo berada dibawah kepemilikan warga asing. Namun, karena kegigihan pemerintah setempat dalam memperjuangkan hak milik, akhirnya Gili Kondo kembali menjadi milik Indonesia dibawah wilayah administratif Kabupaten Lombok Timur. Gili Kondo, semenjak saat itu, menjadi pusat konservasi terumbu karang yang indah dan hutan bakau di tengah laut dengan keanekaragaman hayati. Meskipun sebenarnya terumbu karang yang ada adalah terumbu karang muda dan butuh waktu minimal setahun untuk menumbuhkan terumbu karang muda tersebut, dan waktu bertahun-tahun untuk menjadikan terumbu karang tua.
Pantai Penyeberangan Menuju Gili Kondo

Bagaimana Mencapai Gili Kondo?

Pulau Lombok tidak terlalu luas, tapi tidak terlalu kecil. Biasanya, Mataram menjadi kota pertama dan utama ketika orang menginjakkan kaki ke Lombok (padahal kalau dari Bandara jauh lebih dekat ke Praya, sebuah Ibu kota kabupaten Lombok Tengah, daripada ke Mataram, dan kalau dari Lembar lebih dekat ke Gerung, ibukota kabupaten Lombok Barat). Dari Mataram bisa memilih untuk mencharter mobil atau menggunakan kendaraan umum. Mencharter mobil biasanya sehari dikenakan Rp 350.000,00 per mobil tanpa bensin, dan biasanya mobilnya APV.

Jika Anda menggunakan mobil/sepeda motor, Anda harus mengambil jalan ke arah timur dari Kota Mataram. Lebih tepatnya menuju Pelabuhan Kayangan. Pelabuhan Kayangan adalah pelabuhan di ujung timur Pulau Lombok yang melayani penyeberangan dari Lombok ke Sumbawa Besar (Pototano). Sebelum pelabuhan Kayangan, akan ada pertigaan. Jika ke kanan, Anda akan menuju Pelabuhan Kayangan. Ambil jalur lurus saja. Kemudian tidak jauh dari situ, akan ada pertigaan lagi, belok ke kiri. Kemudian ikuti jalan tersebut menyisir kaki Gunung Rinjani di sisi timur. Sampai nanti Anda tiba di sebuah jalan agak berkelok dengan panorama sebelah kanan kebon kelapa yang berbatasan langsung dengan laut, dan disebelah kiri ada rumah-rumah yang agak jarang dan ada gazebonya. Di sebelah kanan akan ada jalan masuk kecil yang hanya cukup dilalui 1 mobil. Jalan masuk ini akan mengantarkan Anda ke pantai terakhir tempat penyeberangan ke Gili Kondo.

Atau jika Anda menggunakan angkutan umum, disarankan langsung naik dari Terminal Bertais (Terminal Mandalika, Mataram) angkutan jurusan Kayangan. Anda akan diantarkan sampai tiba di Pelabuhan Kayangan. Dari Pelabuhan Kayangan, Anda bisa menyewa ojek atau kendaraan tradisional yang tersedia disana..

Dari pantai terakhir tadi yang entah apa namanya, Anda diharuskan naik perahu charter untuk menuju ke Gili Kondo. Per orang akan dikenakan biaya Rp 25.000,00 untuk pulang pergi. Waktu tempuh yang diperlukan adalah sekitar 20-30 menit untuk sekali perjalanan. Di Gili Kondo, kapal akan berlabuh di depan sebuah warung/gazebo tempat istirahat turis. Kabarnya, warung ini dikhususkan bagi wisatawan mancanegara. Meskipun demikian, ketika sepi, wisatawan lokal juga dipersilakan mampir.

Perjalanan Ke Gili Kondo dengan Laut yang Lumayan Tenang

Apa saja di Gili Kondo?

Welcome To Gili Kondo

Ketika Anda bertanya ada apa saja di Gili Kondo, saya pun bingung menjelaskannya. Ketika pertama kali berlabuh saja sudah disuguhkan panorama pantai yang super bagus: pasir putih, air bening kebiruan, dan dermaga batu di sisi timur Gili Kondo. Selain itu, ketika Anda merelakan diri untuk snorkelling, di sekeliling gili pun terdapat gugusan karang muda yang cukup bagus, dengan beberapa jenis ikan perairan dangkal. Namun, perlu hati-hari ketika snorkelling di sekitar gili, karena sisi utara gili ada palung yang cukup dalam dan cukup membuat panik bagi yang belum mahir berenang.

Gazebo di Gili Kondo

Untuk alat snorkelling, sebaiknya jika mantab membawa sendiri, disarankan sebaiknya membawa sendiri saja dari rumah. Namun, di lokasi juga terdapat persewaan set snorkel dalam jumlah terbatas, fin (kaki katak, yang hanya ada 4 set), dan pelampung dalam jumlah terbatas. Untuk satu set snorkel dihargai Rp 30.000,00 (tanpa fin), satu pasang fin dihargai Rp 30.000,00, dan 1 pelampung dihargai Rp 15.000,00. Sangat murah bukan? Meski set snorkel seadanya, tapi cukup nyaman jika dipakai untuk snorkelling.

Di bawah Sang Saka Merah Putih

Spot yang ada di sekitar Gili Kondo memang kurang menarik karena memang hanya terdiri dari karang-karang muda. Ada 2 spot yang super dan jauh lebih bagus dan lebih murah daripada Karimun Jawa. Anda tinggal meminta nahkoda kapal untuk mengantarkan ke spot tersebut. Biasanya, per orang dikenai biaya tambahan Rp 30.000,00 untuk mengunjungi kedua spot tersebut ditambah berkeliling di daerah bakau. 2 spot ini menyajikan panorama yang lebih wow dengan karang-karang yang sudah mulai tumbuh sempurna. Ikan-ikan yang ada pun juga beragam. Ada anemon yang didiami ikan Nemo (ikan badut) juga dan bisa dicapai karena tidak terlalu dalam. Jenis ikan warna-warni banyak terdapat di spot ini dan keanekaragaman hayatinya lebih bagus daripada di sekeliling Gili Kondo. Dikabarkan, di Gili Kondo ini ada lebih kurang 12-20 spot snorkelling yang bisa dinikmati, meskipun kebanyakan karang-karangnya masih karang muda. Selain snorkelling, kabarnya, ada juga spot diving di Gili Kondo ini. Pihak pemerintah setempat menyatakan, bahwa beberapa tahun kedepan keindahan alam bawah laut Gili Kondo akan menyaingi keindahan alam bawah laut Karimun Jawa, Bawean, Bunaken, maupun Raja Ampat.

Selamat Datang di Gili Kondo, Lombok Timur

Setelah bersnorkelling ria, Anda bisa menikmati makanan dan minuman di warung yang tersedia. Atau jika ingin berbilas diri, disediakan bilik-bilik kamar mandi yang privasinya cukup terjaga dengan air menimba sendiri dari sumur. Jika datang berombongan akan lebih asyik lagi karena bisa memesan ikan-ikan bakar khas Lombok Timur dengan bumbu dan sambal yang khas Lombok Timur yang pedasnya mantab, disantap bersama es buah.

Sang Saka Merah Putih dan Lautan Bening


Lautnya Biru Looohh, kaya di gambar anak SD


Spot 1: di sekeliling Gili Kondo


Gili Kondo from GoPro


Spot 2: Dekat daerah bakau. Keanekaragaman hayatinya lebih bagus



Spot 3: Baliknya Daerah Bakau. Dominasi karang, tapi juga bagus. Terbaik disini. Banyak anemon dan ikan nemonya

Kapan kesana?? Silakan rencanakan waktu dan budget dengan cukup baik karena ini adalah obyek wisata yang masih jarang dikunjungi, jadi kemungkinan tarif yang naik karena kondisi sepi masih sangat dimungkinkan. Nikmatilah Gili Kondo, ngapain ke Lombok kalau cuma menikmati obyek wisata yang mainstream?

TIPS:
1. Rencanakan waktu dan budget untuk perjalanan sebaik-baiknya. Terutama jika menggunakan angkutan umum, angkutan umum dari Bertais ke Kayangan cukup jarang dan biasanya tarifnya dinaikkan berkali-kali lipat. Jika Anda bisa berbahasa Lombok, ini cukup menguntungkan
2. Bawa kamera underwater atau GoPro sendiri karena di Gili Kondo tidak menyediakan jasa kamera underwater
3. Jika ingin nyaman, membawa alat snorkelling pribadi. Jika Anda memang penghobi snorkelling, salah satu produk peralatan renang biasanya mengadakan obral set snorkelling lengkap dengan finnya seharga Rp 800.000-1.000.000
4. Jika pulang dari Gili Kondo, disarankan tidak terlalu sore karena gelombang laut akan bertambah mengerikan ketika sore tiba. Kapal yang digunakan adalah kapal dengan dek rendah, jadi sebaiknya hati-hati. Biasanya nahkoda akan mengingatkan jika memang sudah waktunya pulang
5. Jangan menginjak terumbu karang, apalagi sampai mematahkannya. Jangan dipikir menumbuhkan terumbu karang sama dengan menumbuhkan kecambah. Terumbu karang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh beberapa sentimeter saja
6. Tetap jaga lingkungan sekitar. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah plastik ke laut. Tindakan tersebut adalah berdosa besar dan tindakan amoral karena membahayakan jiwa makhluk hidup lainnya

PERHATIAN!
Seluruh gambar ini (kecuali gambar bawah air) diambil dengan kamera Nikon D3200 kit 18-55 VR. Hak cipta sepenuhnya ada di tangan saya. Mengcopy atau re-upload harap seizin saya. Gambar underwater dengan menggunakan kamera GoPro

7 komentar:

  1. Mas, boleh izin copy foto"nya gak ? Mau buat tulisan serupa ttg gili Kondo jg, supaya sama" kita publish ttg gili kondo,.

    BalasHapus
  2. Monggo, silakan saja..tapi mohon dicantumkan sumbernya dari sini ya..biar bisa sama-sama share objek wisata yang masih cukup awam ini..

    BalasHapus
  3. pulang-pulang langsung gosong,,, :)
    tapi kerennnn

    BalasHapus
  4. Spot keren wannabe ini..klo menurutku kedepannya ini bakal lebih keren daripada Karimun Jawa..Tapi masih top lagi Bawean dong ;p

    BalasHapus
  5. saya speachless, saat nginjakin kaki di gili kondo, hmmmmm saya cuma bisa bilang " terima kasih ya allah " so beautifull place i've ever seen :). camping di sana juga seru loo dan.......???? aduuh nggak bisa di ungkapkan dengan kata2. <3 Lombok.Nesia

    BalasHapus
  6. Kita doakan semoga Pemkab Lombok Timur bener-bener serius menjaga tempat ini..Dengan view yang hebat, biaya sangat terjangkau, akses yang mudah, dan lingkungan yang terjaga-terawat, niscaya bisa menjadi andalah baru bagi Pemkab Lotim selain Gunung Rinjani..Ada banyak lagi obyek tersembunyi di Lotim..semoga nanti 1-2 tahun lagi bisa kembali kesana :D

    BalasHapus