Kaca Sanesipun

Kamis, 22 Januari 2015

Upacara Syukuran Tongkonan: Pelataran Menjadi Lautan Babi

Upacara syukuran Tongkonan ini juga menjadi salah satu upacara termahal dan teruwet di Toraja. Tentu berbeda dengan upacara kematian, upacara syukuran tongkonan ini tidak melibatkan kerbau sebagai korbannya, karena dalam mistis Toraja, kerbau hanya memiliki fungsi sebagai lambang derajt sosial seseorang dan berfungsi sebagai pengantar arwah ke Puya’.

 Tongkonan yang akan diresmikan

 Suasana sekitar

Upacara syukuran Tongkonan ini dipenuhi dengan kurban babi.

Meskipun berbeda dengan upacara kematian, tapi layoutnya sama dengan upacara kematian. Allang disambungkan jadi satu menjadi tempat bagi keluarga dan tamu keluarga, menghadap ke tongkonan yang akan diresmikan. Bagian tengah dibiarkan kosong, nantinya akan menjadi tempat bagi babi-babi persembahan.
Silsilah keluarga lengkap

Sebuah silsilah keluarga terpasang di tongkonan. Dalam silsilah tersebut, terdapat silsilah mulai dari simbah buyut sampai keturunan terbawah. Setiap keluarga kecil dalam silsilah tersebut, wajib membawa satu ekor babi, sebagai suatu perwujudan tanda ‘kehadiran’ keluarga yang dimaksud. Jadi, babi disini dianggap sebagai simbol keluarga.

Babi yang dibawa adalah babi yang berukuran besar dan mahal, yang kemudian diletakkan dalam tandu yang telah dihias. Tandu tersebut kemudian diletakkan di halaman.

Setelah jumlah seserahan babi dan jumlah keluarga lengkap, maka prosesi pun dimulai. Sebelumnya, keluarga dan tamu yang datang membawa nasi dan tambahan lauk-pauk sendiri. Kemudian, nanti babinya setelah prosesi akan ditikam dengan bambu, lalu dikembalikan kepada keluarga pembawa, dan keluarga pembawa babi akan memasaknya disitu juga dan memakan bersama-sama disitu juga. Berbeda dengan upacara kematian yang semuanya disiapkan oleh pihak keluarga yang berduka.
Makanan khas sejenis lepet, tapi dari ketan hitam

Sejenis nasi kucing. Ketan hitam ditambah ikan asin pindang bumbu balado


Pengunjung boleh melihat? Boleh karena ini termasuk salah satu upacara adat yang masih lestari dan boleh dijalankan di Toraja. Tetapi pengunjung tidak akan dapat makanan apapun, kecuali ketika ada keluarga yang punya hajatyang berbaik hati memberikan makanan kepada Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar