Kaca Sanesipun

Kamis, 22 Januari 2015

Warung Kopi Toraja: Sensasi Kopi Asli Awan dan Sapan

“Kalau ke Toraja, jangan lupa beli kopi. Enak sekali kopi Toraja. Sayang disini mahal.”

Toraja, selain terkenal dengan mistisnya, juga terkenal karena kopinya yang sangat enak. Aromanya yang menyengat, tapi sifatnya yang soft. Tidak sembarang kopi yang dijual di pasar adalah kopi asli Toraja. Kadang ada kopi yang dicampur dengan kopi bubuk jadi yang dijual di pasaran.

Ada satu warung yang cukup direkomendasikan: Warung Kopi Toraja yang terletak di tepi Jalan Poros Makale-Rantepao, persis di depan parkiran bis PO Primadona dan PO Setuju. Warungnya kecil, tetapi kopinya yahud.

Penjual kopi Toraja di warung ini adalah seorang bapak-bapak paruh baya yang bekerja di sebuah lembaga lingkungan hidup. Beliau akan dengan senang hati menjelaskan setiap pertanyaan tamu tentang kopi Toraja. Dan sebelum memilih kopi, diperkenankan untuk memilih dan mencicipi dahulu kopi yang akan dibawa pulang, supaya tidak salah pilih.


Secara umum, ada 2 jenis kopi yang dijual di warung ini: Kopi Arabica dan Kopi Robusta. Kopi Arabica sifatnya lebih rendah kafein, tetapi tinggi asam. Sedangkan kopi Robusta tinggi kafein. Dari jenis tersebut, kopi yang dijual terbagi lagi berdasarkan lokasi dan bentuk bijih. Untuk bijih kopi biasa (tidak utuh), tersedia dari daerah Sapan dan Awan. Kedua daerah tersebut adalah daerah penghasil kopi yang dahsyat di Toraja. Tersedia juga kopi lanang atau Peaberry, yaitu kopi yang dibuat dari bijih kopi yang masih utuh, tidak terbelah dua. Uniknya, kabarnya, semua kopi yang dijual di warung ini adalah kopi organik.
 Kopi yang dijual masih dalam bentuk bijih

Sebungkus Kopi Robusta dan Arabica Sapan 200 gram

Semua kopi yang dijual di warung ini tersedia masih dalam bentuk bijih kopi yang telah disangrai. Waktu menyangranya pun, kata bapak penjual, sekitar tengah malam. Sehingga suara kopi yang sudah matang akan terdengar dengan jelas. Tingkat kematangannya pun tidak berlebihan, sehingga rasanya tidak terlalu pahit, dan aromanya tetap keluar.
Beli, langsung giling saat itu juga


Mengenai harga? Tidak terlalu mahal. Untuk kopi Robusta awan dan sapan per 200 gram dihargai Rp 20.000 saja. Kopi Arabica Awan dan Sapan per 200 gram dihargai Rp 75.000. Sedangkan untuk kopi lanang dihargai Rp 125.000 per 200 gram. Berat 200 gram adalah berat penimbangan bijih kopi. Saat digiling, kadang beratnya akan bertambah, tetapi harganya dihitung tetap. Jadi, pilih kopinya, nikmati kopinya, giling kopinya, bawa pulang kopinya.

2 komentar:

  1. Mungkin bisa lebih enak lagi kalau pakai mesin kopi, asal tekniknya benar, wow mantab :D

    BalasHapus